Komponen Penyusun Rangka Atap Kayu

Konstruksi atap pada bangunan gedung adalah bagian paling atas yang terdiri dari banyak komponen penyusun rangka atap.

Konponen atap diatur dan dibentuk dengan bemacam-macm jenis material. Dalam hal ini digunakan kayu sebagai material penyusunnya.

Dalam menyususn konstruksi atap kayu, diperlukan pemilihan bahan yang tepat digunakan, sehingga cocok, baik dari segi konstruksinya maupun estetika bangunan itu sendiri.

Pada dasarnya, sruktur atap kayu memiliki beberapa komponen atau bagian yang tak terpisahkan antara satu dengan yang lain. Berikut Komponen Penyusun Rangka Atap Kayu.

Kuda-Kuda 


Konstruksi kuda-kuda ialah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri, sekaligus sanggup memperlihatkan bentuk dan kemiringan pada atapnya.

Balok kayu yang disusun membentuk segitiga,disebut dengan istilah kuda-kuda sebagai pengaku. Bagian atas kuda-kuda disangkutkan pada balok bubungan, sementara kedua kakinya dihubungkan dengan kolom struktur untuk mengalirkan beban ke tanah.

Semua komponen dari kuda-kuda terdiri dari kayu dengan ukuran 8/12. Tapi khususnya untuk Tiang Raja, kayu biasanya dipakai dengan ukuran 8/12 atau bisa juga 10/10 tergantung jenis kayunya.

Jenis kayu yang digunakan untuk kuda-kuda, haruslah kayu dengan kualitas terbaik atau kelas I. Karena kuda-kuda merupakan rangkaian komponen utama dari struktur rangka atap itu sendiri.

Jarak antar kuda kuda digunakan antara 2 meter sampai dengan 4 meter, atau bisa juga lebih dari itu tergantung dengan perhitungan besar dan lebar ruangan yang akan dikerjakan.

Kemiringan rangka kuda-kuda tergantung pulan dengan jenis atap yang digunakan. Untuk atap genteng dan roof, kemiringannya antara 25 derajat sampai dengan 65 derajat.

Sedangkan untuk atap yang menggunakan seng dengan bahan aluminium, kemiringan atapnya sebesar 18 derajat sampai dengan 30 derajat.

Gording


Gording adalah pembagi bentangan atap dalam jarak-jarak yang lebih kecil pada proyeksi horizontal. Gording meneruskan beban dari atap, reng, usuk , beban angin, beban air hujan pada titik-titik buhul kuda-kuda.

Ini merupakan salah satu kontruksi vital yang diletakan diatas beberapa kuda-kuda, dengan tugas menopang dan menahan beban atap. Beban yang bekerja tersebut perlu dianalisis yaitu, beban mati, beban hidup, dan beban angin.

Gording biasanya tegak lurus dengan arah kuda-kuda. Dan juga menjadi daerah ikatan bagi usuk. Posisi gording biasanya diubah sesuai panjang usuk yang tersedia.

Umumnya, gording kayu mempunyai dimensi yang sama dengan Balok Miring kuda-kuda, yaitu dimensi 8/12, dengan panjang 4 meter atau sesuai kebutuhan design.

Sedangkan jarak antar gording tergantng dari jenis atap digunakan. Jika atap menggunakan seng, maka jarak gording ½ dari panjang atap seng.

Sedangkan jika atap yang digunakan menggunakan genteng atau roof, maka jarak gording dapat digunakan kurang lebih dengan jarak 1,5 m sampai dengan 2,5 m.

Usuk 


Usuk atau sering disebut kaso merupakan balok kayu yang diletakkan melintang diatas gording, kasau berbentuk memanjang, mulai dari balok dinding hingga keluar bagian dinding. 

Usuk berfungsi mendapatkan beban dari atap dan reng lalu meneruskannya ke gording. Usuk terbuat dari kayu dengan ukuran 5/7 cm dan panjang maksimal 4m.

Umumnya, usuk hanya digunakan pada jenis atap genteng atau roof, tidak terhadap jenis atap seng yang langsung menggunakan gording.

Usuk dipasang dengan jarak 40 sampai dengan 50 cm antara satu dengan yang lainnya pada arah tegak lurus gording. Pada kondisi tertentu usuk harus dibor dahulu sebelum dipaku untuk menghindari pecah pada ujung-ujung usuk.

Reng 


Sama halnya dengan Usuk atau kaso, reng hanya digunakan untuk rangka atap genteng atau roof. Dimana Reng biasa dijadikan sebagai tumpuan langsung penutup atap dan meneruskan beban ke bagian usuk atau kaso.

Reng berfungsi sebagai tempat mengaitkan dan menhan penutup atap. Dengan adanya reng, genteng mudah disusun dalam jarak yang teratur dan rapi.

Jarak antar genteng tergantung pada besar ukuran genteng atau penutup atap yang dipakai. Dengan kata lain, pemakaian bahan reng dapat dikurangi sehingga biaya konstuksi bangunan pun bisa ditekan.

Reng memiliki ukuran 2/3 cm atau 3/5 cm dengan panjang kurang lebih 3 m. Biasanya reng dipasang pada arah lurus sesuai usuk dengan jarak yang harus sesuai dengan panjang dari genteng.

Jurai  


Jurai adalah sambungan antar bidang atap satu dengan yang lainnya . Jurai hanya digunakan pada rumah – rumah yang memiliki atap lebih dari satu bidang .

Jurai sendiri terbagi menjadi dua yaitu Jurai Luar dan Jurai Dalam. Jurai Luar adalah bagian yang tajam pada atap atau bagian sudut yang timbul pada sambungan yang mengarah keluar.

Sedangkan untuk Jurai Dalam adalah bagian sambungan atap yang mana juga merupakan garis tiris atap sampai bubungan, dan terdapat pada pertemuan dua bidang atap pada sudut bangunan kearah dalam, yang juga sebagai garis talang untuk mengalirkan air dari atap.

Jurai sebenarnya satu bagian dengan konstruksi kuda-kuda, namun dipisahkan karena jurai memiliki sifat lain sebagai balok sambungan tiap bagian atap dan hanya terdapat pada bagunan dengan tipe tertentu atau menggunakan konstruksi atap jenis perisai.

Dimensi kayu yang digunakan untuk Jurai adalah sama dengan diemensi Kuda-Kuda yakni 8/12. Dengan panjang sesuai kebutuhan atap dan jarak yang relefan dengan design atap itu sendiri.

Papan Reuter


Papan Reuter adalah papan yang dipasang memanjang diatas balok Nok yang berfungsi sebagai penutup bumbungan sekaligus penentu kerataan pada bumbungan atap.

Papan ini hanya digunakan pada konstruksi atap jenis genteng maupun roof, yang mana merupakan komponen akhir dari struktur rangka kayu.

Pada jenis atap yang menggunakan seng, digunakan papan Nok tanpapapan Reuter atua sebaliknya. Karena hanya berfungsi sebagai pengaku bentang tiap kuda-kuda.

Ukuran papan Reuter bervarisasi tergantung efisiensi tukang dalam mengerjakan. Bisa dengan ukuran, 3/20, 2/20 atau ukuran lain yang sekiranya cocok dan sesuai.

Lisplank


Lisplank berupa papan yang dipasang pada ujung bawah kaso, berfungsi sebagai pengikat ujung kasau agar susunan tidak berubah.

Selain untuk menutupi kayu agar tidak cepat lapuk, lisplank juga berfungsi sebagai estetika bangunan yang menutupi kaso secara sejajar dibawah susunan atap agar atap terlihat rapi

Pada pemasangan rangka penahan atap, batang-batang kaso hanya ditahan oleh paku sehingga ada kemungkinan posisinya bergeser. Disinilah lisplank berfungsi untuk mengunci susunan kaso tersebut agar tetap berada pada tempatnya.

Lisplank dapat dibentuk dengan ukuran yang bervariasi dengan model yang seimbang dengan jenis atap yang digunakan. Dan ukurannyapun tergantung pada kebutuhan dari susunan rangka atap itu sendiri.

Dengan material papan, lisplank dapat digunakan satu susun maupun dua susun jika dianggap baik atau efisien dari segi konstruksi maupun estetikannya.

Talang


Talang adalah saluran air pada atap yang berfungsi mengarahkan air agar jatuh ketanah dan tidak tergenang pada atap bangunan.

Talang dipasang mendatar mengikuti tiris atap kemudian dialirkan ke bawah melalui pipa vertikal. Pelapis talang bisa terbuat dari seng, plastik, maupun pelat semen berserat.

Fungsi pelapis adalah mencegah air hujan merembes masuk ke dalam rumah. Khusus bagi yang tinggal di daerah tropis dengan curah hujan tinggi, pelapis ini menjadi bagian yang harus betul – betul diperhatikan.

Atap Bangunan


Atap adalah pelindung bangunan dari panas dan hujan. Bahan dasar yang digunakan sebagai penutup atap harus memiliki sifat kedap air, agar nantinya air hujan tidak merembes ataupun bocor.

Beberapa bahan atap antara lain kayu (sirap), asbes, genteng keramik, genteng beton, seng, plat beton, polycarbonat, dan lain sebagainya.

Pemilihan bahan untuk penutup atap tidak hanya dilihat dari segi kekuatan dan keawetan, namun harus juga dari segi estetisnya. Apalagi penutup atap juga menentukan imej bangunan.

Penentuan jenis atap yang digunakan pada bangunan rumah adalah yang paling awal dilakukan. Karena tiap jenis atap memiliki konstruksi rangka dan rancangan yang berbeda beda.

Karena pada beberapa jenis atap seperti genteng dan roof, perlu penambahan kokomponen lain seperti kaso dan reng, sedangkan pada atap dengan bahan seng hanya memerlukan gording.

Atap sanggup dikatakan berkualitas bila strukturnya kuat/kokoh dan awet/tahan lama. Faktor iklim menjadi materi pertimbangan penting dalam merancang bentuk dan konstruksi atap bangunan.

Penutup Bumbungan


Penutup Bumbungan yaitu elemen paling luar dari struktur atap. Penutup atap harus memiliki sifat kedap air, untuk mencegah terjadinya rembesan air selama hujan. Sifat tidak rembes air ini diuji dengan pengujian serapan air dan rembesan.

Bisa terbuat dari seng, plastik, maupun pelat semen berserat. Material ini dipasang pada tiap-tiap bumbungan atap baik yang horizontal maupun diagonal.

Tipenya sendiri bervariasi dengan berbagai macam bentuk Dapat dibuat sendiri maupun dibeli atau dipesan sesuai keperluan.


Sumber Referensi :
https://hargaper.com/jarak-gording-atap.html
https://jayawan.com/komponen-atap/

Komponen Penyusun Rangka Atap Kayu Komponen Penyusun Rangka Atap Kayu Reviewed by Frets Wilson on November 09, 2020 Rating: 5

1 comment:

Powered by Blogger.